Skip to main content

Susahnya ngomong Inggris sama orang China..#Part 1

Waktu jalan ke Makassar kemaren, saya sempat beli one of my fave book di MaRI, The Naked Traveler by Trinity. Haha..sumvah..buku ini seru n kocak banget. Selain itu bisa menambah wawasan kita tentang dunia luar. Kalo lagi baca buku ini saya serasa lagi Travelling keliling dunia.

Btw eniwei..saya sempat baca salah satu bab di buku ini yang kisahnya gak jauh-jauh berbeda dengan pengalaman saya. Tentang susahnya ngomong bahasa Inggris sama orang China. Lewat postingan kali ini saya share cuplikan kisahnya.

                                                                    ****


'Capee dehh' adalah ungkapan yang sering saya katakan sehabis ngomong sana orang China daratan.
Kendala bahasa yang parah sering membuat komunikasi gak nyambung. Segala macam gaya dan bahasa sudah dilakukan, itupun jarang berhasil. Berikut beberapa percakapan yang bikin ngakak abis.

Negara China yang sebesar itu kalo mau nuker uang hanya bisa dilakukan di satu bank yaitu Bank Of China. Gilanya, orang lokal gak ngerti pas ditanya soal bank. Padahal 'bank' kan bahasa internasional?. 

Di Chengdu saya kena tulahnya.

Ketika hendak mencari Bank of China saya bertanya ke resepsionis hotel. Tapi you know, China adalah negara yang mahabesar. Sudah jalan jauh tapi belum juga ketemu, mulailah saya bertanya orang yang lewat (itupun milih nanya sama orang yang kelihatannya terpelajar). Inilah percakapan saya dengan seorang lelaki muda berkaca mata:

"Where is Bank Of China?"tanya saya.

Lelaki itu bengong.

"Bank?"tanya saya lagi dengan intonasi turun.

Dia bengong lagi

"Bank! dengan intonasi naik sambil menjentikkan jari.

Masih bengong.

"Pank?"tanya saya lagi. Kali ini sperti 'Beijing'yang juga dibaca 'Peking'

Tambah bengong.

Setelah berkali-kali diterangkan dengan memakai gaya ala pantonim akhirnya dia berteriak"Ooooo..bankeee! Yailah, ada huruf'e'pepet dibelakang kata!

Setelah ditunjukkan jalannya kami masih nyasar juga. Terpaksa saya bertanya lagi ke seorang mbak-mbak kantoran dengan berbekal penyebutan 'bank' yang jadi'banke'

"Where is Banke of China?tanya saya Hepi

Lho...si Mbak,kok,bengong juga.

Saya eja pelan-pelan."Baaang...ke??" dengan lafal 'ke' dibelakang kata bagaikan cegukan.

Masih gak ngerti juga.

Setelah pakai gaya dan inonasi naik turun, barulah dia menjerit,"Oooo..Beng of China!

Lha, lain lagi! Capee deh!
***

Di stasiun kereta api Hohhot, saya bingung mengetahui nomor platform, nomor gerbong dan tempat duduknya. Maka saya pun mencari orang yang dapat menjelaskan. Adalah seorang cowok muda kurus berkacamata dan kelihatannya pinter. Saya SKSD aja ngajak kenalan. Begitu tahu kami dari Indonesia, dia langsung bilang "Taufike! maksudnya Taufik Hidayat. Tapi ada tambahan 'e' di belakang.
Taufike...Banke...terserah elo deh!  Kata saya dalam hati.

Meskipun terbata-bata, dia bisa menjelaskan dalam bahasa Inggris tentang cara membaca tiket KA Itu.Itupun saya dengan konsenterasi penuh dengan membaca bibir dan menyendengkan telinga. Katanya, "Dise ise ka nangbe, dise ise plangprom nangbe en dise ise site nanngbe.

Oooo..ngerti..ngerti. Hebat! Maksud saya, saya yang hebat bisa ngerti omongan dia. Belakangan saya tau bahwa dia kuliah di jurusan sastra Inggris! Lho..kok parah begitu bahasa Inggrisnya? katanya 'We ongly wringting no spingking". Pantesan tiap dia ngomong kok banyak 'ng'yang diselipin ditiap suku kata. Capee dehh!

Paling lucu ketika kami kenalan sama lelaki yang duduk disebelah saya di KA ke Xian, katanya dia asal Urumqi, daerah China yang penduduknya banyak beragama Islam.

Maka Yasmin bertanya."So you are moslem?"

Dia nggak ngerti

"Islam?"

Dia diem. Jeda lama.

"China" menunujuk dirinya lalu menunujuk diri kami. Oh maksudnya tanya kami dari negara mana.

"Indonesia"jawab kami bareng

"Musling??"tanyanya. Yailah rupanya muslim itu jadi'musling'. Pantesan dari tadi dia kagak ngarti.

"Yes!" Jawab Yasmin."You are musling?"Yasmin bertanya menggunakan kata temuan baru.

Dia mengangguk. Tuh kan dia ngerti!

"Yu neng?"Tanyanya lagi. Maksudnya dia tanya nama.

"Yasmin" jawab teman saya.

"NO!NO!NO! Musling...Khadijadh,Mariam, Fatima"kata dia ngotot berat. Maksudnya, kok Yasmin tidak bernama wanita muslim kebanyakan. Yey, biasa aja napa?

Susah payah kami menerangkan bahwa di Indonesia sudah tidak harus pake nama muslim, tapi dia gak ngerti. Sutralah..

"Your name?"tanya saya balik. Secara 'musling', mungkin nama dia Ali, Abdul ato Muhammad.

"Siao Bao"

Yailahh! Capeee, Dehhhhh!!

*taken from The Naked Traveler 3 Trinity

#masih ngakak guling-guling baca endingnya

Comments

Popular posts from this blog

Berburu Megalith di Lembah Besoa

Hamparan alam nan hijau tersaji dihadapan kami ketika mobil avanza yang kami tumpangi memasuki Lembah Napu Kabupaten Poso. Rintik-rintik hujan,semilir angin, udara yang sejuk berbalut kabut tipis menyambut kedatangan kami  di tempat itu. Gunung, padang rumput yang membentang, jalanan yang berkelok-kelok menyatu memberi kesan eksotisme khas pedalaman. Setelah melewati perjalanan darat berjam-jam dari Palu, dengan medan tempuh yang lumayan gak asik, kami akhirnya semakin dekat ke tujuan yaitu Desa Doda, Lembah Besoa, Lore, Kab. Poso. *** Gagasan untuk mengunjungi situs megalitik di lembah Besoa, Napu muncul secara spontan di kepalaku. Awalnya tujuan kami bukan Napu melainkan hanya sampai di Danau Tambing, sebuah danau rekreasi di daerah Taman Nasional Lore Lindu sekitar 3 jam dari kota Palu. Sudah beberapa kali kawan-kawan kantor saya mengajak untuk camping di danau itu, namun saya tolak karena beberapa alasan. Hingga suatu hari, ketika saya dan teman-teman sesama anggota...

Judulnya apa bagus?

Jadi ceritanya, Si Jupri, motor tua peninggalan bapak saya ngadat lagi. Sepagian saya sudah harus berkeringat gegara mendorong doski ke bengkel terdekat. Sial benar,pikir saya. Dalam kejadian ini, saya punya 4 orang pahlawan yang super sekali. 2 orang pertama adalah tetangga yang awalnya membantu saya 'menghidupkan' si jupri (namun gagal), 1 orang berikutnya adalah ibu-ibu penjaga kios yang menunjukkan kepada saya dimana letak bengkel terdekat (sebab bengkel dekat rumah masih tutup). Dan terakhir tentunya, adalah om-om pemilik bengkel, yang telah membantu saya 'membangunkan' si jupri. Setelah berpeluh-peluh mendorong jupri beberapa ratus meter, saya yang anggun ini akhirnya tiba di bengkel yang ditunjukkan oleh ibu-ibu tadi. Thanks God, bengkelnya sudah buka. Si om pemilik bengkel pun bertanya: “ Kenapa mbak?” “ Mogok pak, ndak mau idup” Si om langsung mengambil alih jupri dan saya segera mencari bangku untuk bisa duduk (hampir saja saya duduk di atas ta...

Here We Are, Uncle Sam!

I hopped off the plane at LAX with a dream and my cardigan welcome to the land of fame excess, (woah) am I gonna fit in? Jumped in the cab, Here I am for the first time Look to my right and I see the Hollywood sign This is all so crazy Everybody seems so famous… (Party In The USA) Alunan lagu Miley Cyrus serasa menggema di telingaku ketika pertama kali menjejak daratan Amerika… hmmm jadi ini negeri itu? Negeri yang katanya Adikuasa, Superpower and Bla..bla itu.. Negeri ini dulu hanya ada dalam kepalaku dan dalam film-film Dan sekarang….Here We Are, Uncle Sam! Ada sensasi yang luar biasa saat kakiku pertama kali menjejak negerinya Barrack Obama ini. KEDINGINAN! Hahaaaa… Brrr….AS masih winter Rupanya salju turun tepat di saat kami tiba di bandara International St Paul Mineapollis. Putih,semuanya tampak putih, tanah, pepohonan, rumput-rumput. Snowfall….indah sekali.. Dengan sangat excited para IELSPer menatap butiran-butiran putih yang jatuh dari langit it...