Skip to main content

Story Of Snow # Chapter 1

Terlahir dan tinggal di negeri tropis, rasanya wajar bagi saya bila merasa 'excited' berlebihan ketika pertama kali melihat salju dan merasakan winter di negeri Paman Sam beberapa waktu lalu.
Di Indonesia, negara dua musim beriklim tropis, salju adalah hal yang mustahil. Sejak kecil, saya ingin sekali merasakan salju seperti yang kerap saya tonton di film-film. Kebetulan paman,kakak dan sahabat saya,Anggi,telah lebih dulu menginjakkan kaki di negeri bersalju,Denmark Amerika dan Kanada. Kepada mereka saya bertanya-tanya penuh rasa ingin tahu dengan mata yang berbinar-binar lebay.

Kepada om saya,tahun 1996:
Saya:"Om bagaimana rasanya salju
Om saya: "Dingin"
Saya:Om'salju bisa dimakan?"
Om saya:"Tidak, kotor karena diinjak-injak..
Saya: "Kalo yang baru turun dari langit?'
Om saya:"Banyak es di kulkas yang bisa di makan(-_-')
Saya: (*membayangkan salju turun dari langit, saya berlarian, menengadah,membuka mulut dan 'aaaammmmm...#makansalju)


Pada kakak saya berikutnya:
Saya:"gimana sih rasanya salju ntu??"
Kakak Saya: "Biasa aja, kayak es cukur tapi lebih alus"
Saya: (*memikirkan es cukur..slurpp)


Kepada sahabat saya:
Salju:"Salju itu dingin ya,gi?sedingin apa?"
Anggie:"Lebih dingin dari es di kulkas"
Saya: (*membayangkan es di kulkas dan menambah dinginnya beberapa derajad, Brrrr...)


Maka ketika saya mendaftar beasiswa IELSP tahun lalu, saya berdoa agar bisa lulus, juga menambahkan doa saya sebagai berikut:
"God, bila engkau memperkenankan saya untuk lulus beasiswa ini, maka please berangkatkanlah saya pas musim dingin, agar saya bisa merasakan salju sepeti yang saya lihat di tipi-tipi. Saya janji tidak akan membuat es cukur dari salju-salju itu, Aamiiinnnnn"

Dan Tuhan Yang Baik benar-benar mengabulkan permintaan saya. Saya lulus, dan akan ke Amerika pada bulan Februari, bertepatan dengan akhir musim dingin.
Tentu saja saya Happy :D #bersalto di udara

Ketika pesawat Delta Airlines hendak landing di bandara St Paul Mineapolis, mata saya tak berkedip menatap butiran-butiran halus yang turun dari langit .
"Oooo..jadi itu yang namanya salju"
Penuh suka cita, saya dan teman-teman lainnya 'menempel'di jendela pesawat menatap salju yang turun berderai-derai..(to be continued)
Snow on Minneapollis

The first time I saw the real snow:DStory

Comments

Popular posts from this blog

Berburu Megalith di Lembah Besoa

Hamparan alam nan hijau tersaji dihadapan kami ketika mobil avanza yang kami tumpangi memasuki Lembah Napu Kabupaten Poso. Rintik-rintik hujan,semilir angin, udara yang sejuk berbalut kabut tipis menyambut kedatangan kami  di tempat itu. Gunung, padang rumput yang membentang, jalanan yang berkelok-kelok menyatu memberi kesan eksotisme khas pedalaman. Setelah melewati perjalanan darat berjam-jam dari Palu, dengan medan tempuh yang lumayan gak asik, kami akhirnya semakin dekat ke tujuan yaitu Desa Doda, Lembah Besoa, Lore, Kab. Poso. *** Gagasan untuk mengunjungi situs megalitik di lembah Besoa, Napu muncul secara spontan di kepalaku. Awalnya tujuan kami bukan Napu melainkan hanya sampai di Danau Tambing, sebuah danau rekreasi di daerah Taman Nasional Lore Lindu sekitar 3 jam dari kota Palu. Sudah beberapa kali kawan-kawan kantor saya mengajak untuk camping di danau itu, namun saya tolak karena beberapa alasan. Hingga suatu hari, ketika saya dan teman-teman sesama anggota...

Number One For Me *attribute to every momma

I was a foolish little child Crazy things I used to do And all the pain I put you through Mama now I’m here for you   For all the times I made you cry The days I told you lies Now it’s time for you to rise For all the things you sacrificed Oooh If I could turn back time rewind If I could make it undone I swear that I would I would make it up to you Oooh If I could turn back time rewind If I could make it undone I swear that I would I would make it up to you Mom I’m all grown up n...

Judulnya apa bagus?

Jadi ceritanya, Si Jupri, motor tua peninggalan bapak saya ngadat lagi. Sepagian saya sudah harus berkeringat gegara mendorong doski ke bengkel terdekat. Sial benar,pikir saya. Dalam kejadian ini, saya punya 4 orang pahlawan yang super sekali. 2 orang pertama adalah tetangga yang awalnya membantu saya 'menghidupkan' si jupri (namun gagal), 1 orang berikutnya adalah ibu-ibu penjaga kios yang menunjukkan kepada saya dimana letak bengkel terdekat (sebab bengkel dekat rumah masih tutup). Dan terakhir tentunya, adalah om-om pemilik bengkel, yang telah membantu saya 'membangunkan' si jupri. Setelah berpeluh-peluh mendorong jupri beberapa ratus meter, saya yang anggun ini akhirnya tiba di bengkel yang ditunjukkan oleh ibu-ibu tadi. Thanks God, bengkelnya sudah buka. Si om pemilik bengkel pun bertanya: “ Kenapa mbak?” “ Mogok pak, ndak mau idup” Si om langsung mengambil alih jupri dan saya segera mencari bangku untuk bisa duduk (hampir saja saya duduk di atas ta...