Skip to main content

Save The Earth! #Di kantor Juga Bisa..:)

Isu tentang Global Warming emang telah menjadi topik yang cukup hot beberapa tahun belakangan ini. Sebenarnya sih, isu ini adalah isu lama , hanya saja baru beberapa tahun belakangan ini beken and mendapat perhatian serius dari warga bumi.  Gak heran, soalnya kita sudah mulai merasakan dampaknya. Cuaca ekstrim, panas yang membara *terlebih di kota khatulistiwa kayak Palu*, musim yang tak menentu, matinya beberapa species tertentu, es kutub mencair,  dan tenggelamnya daratan.*glek
Sayang seribu sayang gak semua orang peduli akan hal in. Mungkin nanti, bila dampaknya semakin parah baru kita sadar. Tapi apa guna, kalo bumi udah marah??
Sebenarnya gak susah loh mengurangi dampak global warming*pake istilah ‘mengurangi’ & bukan ‘mencegah’ coz emang udah kejadian :(
Banyak hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak Global Warming. Kita gak harus turun lapangan buat menanam pohon kayak kampanye yang sering kita liat di tipi-tipi. Dalam keseharian kita, kita bisa kok menunjukkan kepedulian kita terhadap bumi. Ada banyak caranya, tapi di postingan kali ini saya hanya fokus bagaimana kita tetap peduli lingkungan meski saat sedang kerja kantoran.
Cekidot!
  • Kurangi Penggunaan Tissue di Kantor
Tau kan kalo bahan utam tissue itu berasal dari pohon. Semakin banyak pake tissu, semakin banyak pula pohon yang’dilukai ‘ while kita tahu sendiri bahwa pohon, hutan dan sebagainya itu adalah salah satu elemen dalam ekosistem yang bisa membantu mengurangi dampak global warming. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Kalo pohon mati, kita manusia yang repot
  • ‘turn off’ Action!
Well, kita tahu bahwa penyebab Global Warming adalah Green-House Effect ato Efek Rumah Kaca. Dulu waktu SD, pas pelajaran IPA, bu guru pernah membahas soal Efek Rumah Kaca. Saya yang kala itu masih lugu dan malu-malu cakep, berpikir bahwa yang dimaksud dengan efek rumah kaca adalah rumah yang terbuat dari kaca yang di dalamnya ada tanaman hijau *persis seperti rumah Herbology di film Harry Potter*. Ternyata eh ternyata yang dimaksud dengan efek rumah kaca adalah peristiwa naiknya konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lainnya di atmosfer dan kemudian terperangkap di atmofser sehingga menghangatkan seisi bumi. Disebut rumah kaca karena persis  peristiwa yang terjadi bila panas masuk dan terperangkap di rumah kaca dan tidak bisa keluar, maka rumah kaca itu akan memanas.
Penggunaan Air Conditioner ato AC memang adalah salah satu kebutuhan wajib di kantor-kantor. Apalagi di daerah tropis kayak Palu. Sayangnya AC adalah salah satu benda elektronik penyumbang gas berbahaya ke atmofser karena AC dan juga kulkas mengandung gas Chlorofluorocarbon (CFC) yang asli gak ramah lingkungan. So…kalo misalnya gak parah-parah amat panasnya udara , ada baiknya melakukan ‘turn-off’ Action. Kan ada tuh yang namanya kipas sate, lumayan lah buat di pake ngadem..hehee :D
Tapi  bukan hanya AC loh..TV, Komputer bahkan charger HP, kalo udah gak dipake sebaiknya dimatikan. Paling kesal kalo di kantor TV onnnnn trus even gak ada yang nonton. Maka saya biasa akan melakukan ini:
  • Use and re-use
Di kantor emang paling banyak kertas bekas, kadang-kadang sampe menumpuk-numpuk. Rasanya rugi banget kalo dibuang.So, sebaiknya di re-use..dibuat memo, dibuat bundel catatan, ato apalah..bisa juga ditimbang and dijual *hohoo* lumayan loh buat jajan :D , lagian kalo kertas-kertas itu ditimbang bakal didaur ulang dengan alat yang lebih canggih.
Mungkin tips di atas rada basi bagi pembaca sekalian, tapi percayalah*mata berbinar dan berkaca-kaca* saya hanya mengingatkan kembali.
Ingat! Masa depan bumi ada di tangan kita, so kalo merasa manusia, sudah saatnya kita untuk lebih peduli. dimulai dari hal kecil..Insha Allah bisa berdampak besar :)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Berburu Megalith di Lembah Besoa

Hamparan alam nan hijau tersaji dihadapan kami ketika mobil avanza yang kami tumpangi memasuki Lembah Napu Kabupaten Poso. Rintik-rintik hujan,semilir angin, udara yang sejuk berbalut kabut tipis menyambut kedatangan kami  di tempat itu. Gunung, padang rumput yang membentang, jalanan yang berkelok-kelok menyatu memberi kesan eksotisme khas pedalaman. Setelah melewati perjalanan darat berjam-jam dari Palu, dengan medan tempuh yang lumayan gak asik, kami akhirnya semakin dekat ke tujuan yaitu Desa Doda, Lembah Besoa, Lore, Kab. Poso. *** Gagasan untuk mengunjungi situs megalitik di lembah Besoa, Napu muncul secara spontan di kepalaku. Awalnya tujuan kami bukan Napu melainkan hanya sampai di Danau Tambing, sebuah danau rekreasi di daerah Taman Nasional Lore Lindu sekitar 3 jam dari kota Palu. Sudah beberapa kali kawan-kawan kantor saya mengajak untuk camping di danau itu, namun saya tolak karena beberapa alasan. Hingga suatu hari, ketika saya dan teman-teman sesama anggota...

Judulnya apa bagus?

Jadi ceritanya, Si Jupri, motor tua peninggalan bapak saya ngadat lagi. Sepagian saya sudah harus berkeringat gegara mendorong doski ke bengkel terdekat. Sial benar,pikir saya. Dalam kejadian ini, saya punya 4 orang pahlawan yang super sekali. 2 orang pertama adalah tetangga yang awalnya membantu saya 'menghidupkan' si jupri (namun gagal), 1 orang berikutnya adalah ibu-ibu penjaga kios yang menunjukkan kepada saya dimana letak bengkel terdekat (sebab bengkel dekat rumah masih tutup). Dan terakhir tentunya, adalah om-om pemilik bengkel, yang telah membantu saya 'membangunkan' si jupri. Setelah berpeluh-peluh mendorong jupri beberapa ratus meter, saya yang anggun ini akhirnya tiba di bengkel yang ditunjukkan oleh ibu-ibu tadi. Thanks God, bengkelnya sudah buka. Si om pemilik bengkel pun bertanya: “ Kenapa mbak?” “ Mogok pak, ndak mau idup” Si om langsung mengambil alih jupri dan saya segera mencari bangku untuk bisa duduk (hampir saja saya duduk di atas ta...

About having a kid and Being a Mom ( A Crap of A Friend )

"You'll fall in love to your kid at the moment when you know that you're pregnant"  (Najwa Shihab) Entah sejak kapan gw mulai kepikiran untuk punya anak, mungkin setahun belakangan, atau lebih, pas nya gw g tau. Yang gw tau betapa gw iri pada mereka yang sudah menjadi ibu. Itu saja. Tentang memiliki anak yang menjadi tanggung jawab seumur hidup dunia akhirat. Mungkin karena bahkan di umur sekarang, gw masih g tau apa yang gw mau, gw g tau apa yang mesti gw lakukan. Dan memiliki anak adalah tentang bertanggungjawab pada hidup seseorang, pada pendidikannya, pada masa depannya. Hal yang bagi gw merupakan sebuah tujuan hidup yang terang benderang yang hanya perlu dijalani once u have them. G perlu mikir tentang apa yang diinginkan, tentang bagaimana harus dijalani, semua terjadi begitu saja. Jalannya sudah jelas.  Punya anak adalah tentang memiliki rasa cinta pada sesuatu yang unconditional. Pamrih maupun lelah atau segala sulit yang akan datang nantinya will...