Skip to main content

Tidak Tahu Diri

Tidak tahu diri.
Ya, kita ini adalah makhluk yang tidak tahu diri.
Diberi A menuntut B. Tidak diberi A, menuntut diberi.
Tuhan jadi 'bingung',
Mau kita apa sebenarnya?

Kita kerap mengeluh. Merasa kurang ini kurang itu. Merasa tidak punya ini, tidak punya itu. Meminta apa yang kita inginkan meski sebenarnya tidak kita butuhkan.
Kita kerap menyempitkan makna rezeki, selalu hanya terbatas pada materi,
 melupakan makna rejeki yang hakiki.

Bukankah kita masih  bisa bernapas hari ini adalah rejeki?
Bukankah kita masih  bisa berjalan hari ini adalah rejeki?
Bukankah kita masih  bisa makan hari ini adalah rejeki?

Tengok diri kita ke dalam cermin. Lihat ada berapa mata kita, hidung kita, mulut kita. Bukankah mereka masih berfungsi sebagaimana mestinya? Adakah sesuatu yang cacat kita temukan?
Lalu apa yang kita keluhkan?
Hidup yang pas-pas an?
Jodoh yang tak kunjung datang?
Pekerjaan yang belum mapan?

Kita tidak akan selamanya memperoleh apa yang kita inginkan. Toh kita masih di dunia belum di surga. Lagipula punya apa kita sampai menuntut hidup surgawi??
Dengan dosa yang menggunung, dengan ibadah yang masih bolong-bolong?
Pantaskah kita??

Tahu dirilah.
Tahu dirilah.
Tahu dirilah.




*Coretan di sela-sela jam kantor*

Comments

Popular posts from this blog

Berburu Megalith di Lembah Besoa

Hamparan alam nan hijau tersaji dihadapan kami ketika mobil avanza yang kami tumpangi memasuki Lembah Napu Kabupaten Poso. Rintik-rintik hujan,semilir angin, udara yang sejuk berbalut kabut tipis menyambut kedatangan kami  di tempat itu. Gunung, padang rumput yang membentang, jalanan yang berkelok-kelok menyatu memberi kesan eksotisme khas pedalaman. Setelah melewati perjalanan darat berjam-jam dari Palu, dengan medan tempuh yang lumayan gak asik, kami akhirnya semakin dekat ke tujuan yaitu Desa Doda, Lembah Besoa, Lore, Kab. Poso. *** Gagasan untuk mengunjungi situs megalitik di lembah Besoa, Napu muncul secara spontan di kepalaku. Awalnya tujuan kami bukan Napu melainkan hanya sampai di Danau Tambing, sebuah danau rekreasi di daerah Taman Nasional Lore Lindu sekitar 3 jam dari kota Palu. Sudah beberapa kali kawan-kawan kantor saya mengajak untuk camping di danau itu, namun saya tolak karena beberapa alasan. Hingga suatu hari, ketika saya dan teman-teman sesama anggota...

STORY OF SNOW #Chapter 2

Hari-hari berikutnya di Iowa, saya masih tetap excited dengan salju. Begitu juga teman-teman lainnya. Suatu pagi, di hari ke 3 saya di Iowa, Salju kembali turun. Saya baru saja selesai mandi ketika roomate saya,Lyla bilang: "Wow, di luar turun salju!" Saya mengintip dari jendela kamar, dan benar. Butiran-butiran putih seperti kapas turun dari langit perlahan-lahan. Pohon cemara di sekitar apartemen mulai memutih ditimpa salju. Saya mendengar celotehan beberapa anak di luar, rupanya teman-teman dari apartemen sebelah yang sedang menikmati snowfall pertama mereka. Dengan segera saya mengambil kamera dan bergabung bersama mereka. Tak menyadari bahwa saya hanya menggunakan kemeja tipis, gloves, dan sendal jepit. Yeah..sendal jepit!                                         ...

Number One For Me *attribute to every momma

I was a foolish little child Crazy things I used to do And all the pain I put you through Mama now I’m here for you   For all the times I made you cry The days I told you lies Now it’s time for you to rise For all the things you sacrificed Oooh If I could turn back time rewind If I could make it undone I swear that I would I would make it up to you Oooh If I could turn back time rewind If I could make it undone I swear that I would I would make it up to you Mom I’m all grown up n...